Jurnalis &  Fungsi Kontrol Sosial, di Tengah Tekanan

CARDINALNews.co.id – (30/032026). 

Dalam dinamika kehidupan demokrasi, peran jurnalis sebagai pilar keempat kerap diuji oleh berbagai tekanan. Pertanyaan mendasar pun muncul: jika jurnalis dipaksa untuk membenarkan yang salah, lalu di mana letak sejati fungsi kontrol sosial?

Sebagai penyampai informasi dan corong aspirasi masyarakat, jurnalis seharusnya berdiri di garis depan dalam menyuarakan kebenaran. Namun realitas di lapangan menunjukkan tidak sedikit insan pers yang dihadapkan pada dilema antara idealisme dan tekanan, baik dari kekuasaan, kepentingan ekonomi, maupun situasi sosial tertentu.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa fungsi pers sebagai pengawas (watchdog) perlahan melemah. Ketika keberanian untuk mengungkap fakta dibungkam, maka yang terjadi bukanlah perdamaian sejati, melainkan tekanan yang menahan denyut kebebasan berekspresi.
Keberanian dalam dunia jurnalistik bukan berarti bertindak tanpa batas, melainkan berani menyampaikan kebenaran berdasarkan fakta dan etika. “Berani karena benar, bukan berani karena semaunya,” menjadi prinsip yang seharusnya tetap dijaga.

Di tengah tantangan tersebut, publik berharap jurnalis tetap memegang teguh integritas, independensi, dan tanggung jawab moral. Sebab, tanpa pers yang kuat dan berani, fungsi kontrol sosial akan kehilangan maknanya, dan suara masyarakat berisiko terpinggirkan.

( Redaksi)

Exit mobile version