Parigi Moutong, CARDINALNews.co.id – (17/04/2026). Peristiwa kebakaran melanda perumahan guru SD Inpres Moutong Timur yang berada di Dusun III, Desa Salepae, Kecamatan Moutong, Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 12.05 WITA. Insiden ini menghanguskan dua unit ruangan rumah dinas guru serta menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah.
Kebakaran pertama kali diketahui saat para siswa tengah menjalani waktu istirahat dan bersiap melaksanakan salat Dzuhur. Teriakan “kebakaran” dari para siswa sontak mengundang kepanikan. Saksi sekaligus korban, Nurhatima Lakita (30), yang merupakan seorang guru, langsung bergegas keluar dari ruang kantor dan mendapati api sudah membesar dari salah satu unit perumahan.
Api diketahui berasal dari perumahan Dahlia dan dengan cepat menjalar ke perumahan Melati yang juga ditempati korban. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera berdatangan untuk membantu memadamkan api sebelum akhirnya petugas pemadam kebakaran bersama aparat kepolisian turun tangan.
Sekitar pukul 13.30 WITA, kobaran api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah barang berharga milik korban ludes terbakar, mulai dari perabot rumah tangga hingga dokumen penting.
Kapolsek Moutong, AKP Felix Alfins Saudale, S.H., yang turun langsung ke lokasi kejadian bersama anggotanya, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah awal penanganan, termasuk olah tempat kejadian perkara dan pengumpulan keterangan saksi.
“Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik. Namun kami masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini,” ungkap AKP Felix.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak layak atau penggunaan peralatan listrik secara berlebihan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah terjadinya kebakaran. Selain itu, dalam situasi seperti ini, warga juga diharapkan tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan seperti pencurian yang bisa memanfaatkan kondisi darurat,” tegasnya.
Akibat kejadian ini, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp25 juta. Polisi memastikan akan terus mendalami kasus tersebut guna memastikan tidak ada unsur lain di balik peristiwa kebakaran ini.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat akan bahaya kebakaran yang dapat terjadi kapan saja, serta pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. (FTT)
