BANGGAI LAUT, CARDINALNews.co.id — (10 September 2026). Pelayanan publik bukan semata soal seberapa cepat urusan masyarakat diselesaikan. Cara aparatur menyambut, berbicara dan memperlakukan warga juga menjadi ukuran penting kualitas pelayanan pemerintah.
Pesan itu menjadi semangat yang digaungkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMD-P3A) Kabupaten Banggai Laut melalui kampanye Budayakan 5S.
Di bawah kepemimpinan Kadis PMD-P3A Frans D. Darkay, S.Sos, didampingi Sekretaris Sunarto A. Sajama, S.Sos, budaya kerja tersebut didorong menjadi bagian dari keseharian aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Lima nilai yang dikedepankan yakni Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun.
Senyum menjadi pintu awal menciptakan suasana pelayanan yang positif. Sapa menunjukkan keramahan dan keterbukaan aparatur. Salam menjadi bentuk penghormatan sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Sementara Sopan dan Santun menegaskan pentingnya etika, baik melalui tutur kata maupun perilaku ketika aparatur berinteraksi dengan warga.
Bukan Sekadar Tulisan di Dinding
Budaya 5S akan kehilangan makna jika hanya berhenti sebagai slogan di ruang kantor.
Nilai tersebut justru diuji ketika masyarakat datang dengan berbagai kebutuhan—mengurus administrasi, meminta informasi, menyampaikan aspirasi maupun mencari solusi atas persoalan yang dihadapi.
Karena itu, pelayanan yang baik tidak cukup hanya mengandalkan prosedur dan penyelesaian administrasi. Masyarakat juga membutuhkan sikap yang membuat mereka merasa dihargai.
Dinas PMD-P3A Banggai Laut mendorong agar budaya 5S diterapkan secara konsisten sebagai bagian dari pembentukan lingkungan kerja yang bersih, nyaman, produktif dan humanis.
Lingkungan kerja yang baik diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan aparatur dalam bekerja. Sebaliknya, sikap ramah dan santun menjadi wajah pertama yang dirasakan masyarakat ketika berhadapan dengan pemerintah.
Pada titik inilah kualitas pelayanan publik tidak hanya diukur dari apa yang diselesaikan, tetapi juga bagaimana masyarakat diperlakukan selama mendapatkan pelayanan.
Dimulai dari Hal Sederhana
Pesan “Bersama kita wujudkan pelayanan publik yang prima” menjadi pengingat bahwa perubahan budaya kerja tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Tersenyum, menyapa, memberi salam, bersikap sopan dan santun merupakan tindakan sederhana. Namun, jika dilakukan secara konsisten oleh seluruh aparatur, kebiasaan tersebut dapat berkembang menjadi karakter pelayanan.
Bagi Dinas PMD-P3A Banggai Laut, budaya 5S diharapkan tidak berhenti sebagai kampanye, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan kerja yang nyata.
Sebab, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah juga dibangun dari pengalaman sederhana: bagaimana mereka disambut, didengar dan dilayani.
(FTT)
