Pra-Rekonstruksi Kasus Pelemparan di Dalaka, Polisi Dalami Peran Dua Terduga Pelaku

DONGGALA, CARDINALNews.co.id — Jumat (4/9/2026). Kepolisian Resor (Polres) Donggala melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) terus mendalami kasus aksi pelemparan terhadap lima warga Kecamatan Sirenja yang terjadi di Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Sebagai bagian dari pendalaman perkara, penyidik melaksanakan pra-rekonstruksi di lokasi kejadian pada Rabu, 2 September 2026, sekitar pukul 13.25 WITA. Kegiatan berlangsung di Dusun II, Desa Dalaka, dengan mengambil lokasi langsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Pra-rekonstruksi dilakukan untuk menguji dan memperjelas rangkaian kejadian berdasarkan keterangan yang telah dikantongi penyidik. Polisi mencocokkan keterangan para saksi dan pihak terkait dengan kondisi faktual di lapangan.

Dalam proses tersebut, personel Sat Reskrim Polres Donggala bersama sejumlah saksi memperagakan kembali bagian-bagian penting dari peristiwa. Penyidik mendalami posisi masing-masing pihak, arah pergerakan, situasi di sekitar lokasi, hingga rangkaian kejadian yang berujung pada jatuhnya korban.

Dua orang yang disebut sebagai terduga pelaku utama, yakni MN (19) dan MR (18), turut menjadi bagian dari proses pendalaman perkara yang dilakukan penyidik.

Langkah pra-rekonstruksi ini menjadi penting karena penyidik tidak hanya mengandalkan keterangan secara verbal, tetapi juga berupaya melihat kesesuaian antara keterangan dengan kondisi sebenarnya di TKP. Dari proses tersebut, penyidik dapat mengidentifikasi sejumlah fakta yang berpotensi memperjelas konstruksi perkara.

Kapolres Donggala AKBP Aditya Rochaulia Suharto, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Sat Reskrim, menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional dengan berpedoman pada fakta dan alat bukti yang diperoleh selama proses penyidikan.

Polisi juga masih terus mendalami peran masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut. Hasil pra-rekonstruksi selanjutnya menjadi bagian dari bahan penyidik untuk memperkuat kronologi serta menentukan langkah hukum berikutnya.

Kasus ini menjadi perhatian karena aksi yang awalnya berupa pelemparan tersebut berujung pada hilangnya nyawa. Karena itu, publik kini menunggu hasil penyidikan kepolisian untuk mengungkap secara terang bagaimana peristiwa tersebut terjadi dan siapa saja yang memiliki peran dalam rangkaian kejadian.

(FTT)

Exit mobile version