BANGGAI LAUT, CARDINALNews.co.id – (23/07/2026). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Banggai Laut berkolaborasi dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang melibatkan Akademisi, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Tadulako (Untad) Palu, dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam upaya memperkuat pengembangan sektor pariwisata daerah.
Program bertajuk Integrated Tourism Model tersebut akan dilaksanakan di Desa Lantibung, Kecamatan Bangkurung, pada 24–26 Juli 2026 sebagai langkah awal pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat yang didukung pemanfaatan teknologi digital.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa, S.H., M.Si, sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Banggai Laut dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dan budaya daerah.
Koordinator Kabupaten sekaligus Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Disparbud Kabupaten Banggai Laut, Noldi W. Musa, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan singkat Bahasa Inggris untuk kebutuhan pelayanan wisata, tetapi juga mendorong digitalisasi informasi destinasi wisata di Banggai Laut.
“Melalui kegiatan ini masyarakat akan dibekali kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris yang praktis untuk melayani wisatawan. Selain itu, seluruh informasi mengenai destinasi wisata Banggai Laut akan diintegrasikan dalam sistem online sehingga lebih mudah diakses,” ujar Noldi, Kamis (23/7/2026).
Program ini dipimpin oleh Dr. Epin Saepudin, M.Pd. dari ITB bersama tim akademisi dari ITB, Untad, dan UPI. Rangkaian kegiatan meliputi pemetaan potensi destinasi wisata, penyusunan konten storytelling berbasis kearifan lokal, pelatihan Bahasa Inggris bagi masyarakat, hingga pengembangan peta destinasi yang terintegrasi dengan teknologi QR Code.
Melalui sistem tersebut, wisatawan nantinya cukup memindai QR Code yang tersedia di setiap objek wisata untuk memperoleh informasi lengkap mengenai sejarah destinasi, keunikan budaya, potensi alam, akses menuju lokasi, fasilitas pendukung, hingga rekomendasi layanan di sekitar kawasan wisata.
Desa Lantibung dipilih sebagai lokasi percontohan implementasi program sebelum dikembangkan ke berbagai destinasi wisata lainnya di Kabupaten Banggai Laut.
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banggai Laut dan kalangan perguruan tinggi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata, memperkuat promosi destinasi melalui teknologi digital, serta menghadirkan layanan informasi wisata yang modern, mudah diakses, dan informatif. Upaya tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan Banggai Laut sebagai destinasi wisata unggulan di Provinsi Sulawesi Tengah yang berdaya saing serta berbasis kearifan lokal.
(FTT)
