BANGKURUNG/Banggai Laut, CARDINALNews.co.id – (26/01/2026). Mangkraknya proyek penimbunan rawa di Desa Tabulang, Kecamatan Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut, menjadi sorotan dan tanda tanya sejumlah masyarakat setempat.
Beberapa warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kepada media ini bahwa proyek penimbunan tersebut dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dianggarkan pada tahun 2024 melalui APBDes Desa Tabulang dengan nilai sebesar Rp200 juta. Selanjutnya, pada tahun 2025 kembali dianggarkan sebesar Rp150 juta.
Namun demikian, menurut sumber warga, pada tahun 2025 diduga tidak terdapat realisasi pekerjaan sebagaimana yang diharapkan. Pernyataan tersebut juga senada dengan keterangan Ketua BPD Desa Tabulang saat diwawancarai media ini.
Warga juga menyoroti tidak adanya papan proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, papan informasi proyek dinilai penting sebagai bentuk transparansi publik terkait besaran anggaran dan pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari dana desa.
Kepala Desa Tabulang, Rustam Kasali, saat dikonfirmasi oleh media CARDINALNews.co.id pada awalnya belum bersedia memberikan keterangan karena sedang dalam suasana duka keluarga. Beberapa hari kemudian, melalui pesan WhatsApp, Rustam Kasali menjelaskan bahwa belum rampungnya proyek penimbunan hingga melewati batas waktu—bahkan memasuki tahun 2026—disebabkan alat berat yang digunakan di lokasi mengalami kerusakan.
Meski demikian, alasan tersebut dinilai kurang dapat diterima oleh sejumlah warga. Mereka mempertanyakan mengapa dalam kurun waktu sepanjang tahun 2025 tidak terlihat progres pekerjaan yang signifikan.
Masyarakat berharap persoalan proyek penimbunan rawa yang hingga kini belum selesai tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Inspektorat Kabupaten Banggai Laut diminta untuk melakukan pemeriksaan guna memastikan pengelolaan anggaran desa berjalan sesuai ketentuan dan prinsip transparansi.
Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menunggu kejelasan dan penyelesaian proyek yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Tabulang. (FTT)

















