Donggala, Sulteng, CARDINALNews.co.id – (13/01/2026). Pemerintah Kabupaten Donggala menggelar Peringatan Hari Besar Islam Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Desa Dampal, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Senin (12/1/2026). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Donggala Vera Elena Laruni, SE, yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Moh. Yusuf Lamakampali, SE, M.Si.
Peringatan Isra Mi’raj yang mengangkat tema “Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai Sumber Keimanan dan Keilmuan” ini dihadiri oleh Pengurus Pusat Banaat Alkhairaat, Pemerintah Kecamatan Sirenja, Universitas Alkhairaat, Kementerian Agama Kabupaten Donggala, PW Banaat Alkhairaat Sulawesi Tengah, WIA Kabupaten Donggala, IKAAL, DPC HNSI Kabupaten Donggala, serta DPD HNSI Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Donggala, H. Moh. Yusuf Lamakampali, menyampaikan bahwa pembangunan daerah yang kuat tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan karakter manusia.
“Pemerintah Daerah meyakini bahwa pembangunan yang paling kuat tidak dimulai dari beton dan aspal, melainkan dari karakter manusia,” ujarnya.
Ia menegaskan, Kabupaten Donggala tidak akan benar-benar sejahtera jika masyarakatnya lemah iman dan rapuh akhlaknya. Menurutnya, kemajuan daerah juga sangat ditentukan oleh arah dan keteladanan generasi mudanya serta ketahanan nilai dalam keluarga dan lingkungan sosial.
“Peringatan Isra Mi’raj ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi bersama untuk menilai apakah nilai-nilai salat sudah benar-benar tercermin dalam cara kita bekerja, memimpin, dan melayani masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut disampaikan, aturan dan program yang baik tidak akan berjalan tanpa karakter yang kuat. Dalam ajaran Islam, salat menjadi fondasi pembentukan karakter karena melatih disiplin waktu, tanggung jawab pribadi, dan kejujuran diri. Jika nilai-nilai tersebut tumbuh dalam masyarakat, maka kehidupan sosial akan berjalan lebih tertib dan harmonis.
Pada kesempatan tersebut, Asisten I juga mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Habib Alwi bin Saggaf Muhammad Aljufri, LC, MA, Ketua Utama Pengurus Besar Alkhairaat Pusat Palu, yang merupakan keturunan Waliyullah.
“Kehadiran beliau di Kabupaten Donggala diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kecerdasan spiritual, tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual semata,” ungkapnya.
Ia berharap nilai-nilai keagamaan yang diajarkan Alkhairaat dapat terus berkembang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kecamatan Sirenja, khususnya dalam mendukung visi Donggala Maju, Berdaya Saing, dan Sejahtera Berkelanjutan.
Sementara itu, dalam hikmah Isra Mi’raj, Habib Alwi bin Saggaf Muhammad Aljufri menekankan pentingnya kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam perjalanan dakwahnya.
“Sabar adalah kekuatan besar yang harus dimiliki setiap orang, apa pun profesinya. Tanpa kesabaran, kepemimpinan dan pelayanan tidak akan berjalan dengan baik,” tuturnya.
Ia juga mengisahkan salah satu peristiwa dalam Isra Mi’raj tentang orang-orang yang disiksa karena menunda salat, sebagai pengingat pentingnya menjaga kewajiban salat tepat waktu.
Ketua Panitia Peringatan Isra Mi’raj, Camat Sirenja Argumi Firdaus, S.Sos, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Ketua Utama Alkhairaat beserta rombongan.
“Semoga hikmah yang disampaikan dapat membawa keberkahan dan hidayah bagi masyarakat Kecamatan Sirenja dan seluruh desa di wilayah ini,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam Sirenja, di antaranya Kapolsek Sirenja Iptu Dwi Suhartoyo, SH, Danramil 1306-13/Sirenja yang diwakili Babinsa, para kepala desa se-Kecamatan Sirenja, alim ulama, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta tokoh masyarakat.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah ini berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. (Zainudin)

















