CARDINALNews.co.id. LUWUK- Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai, melalui Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), menjadi tuan rumah sekaligus pusat koordinasi strategis bagi Rapat Identifikasi dan Pemetaan Potensi Ekonomi Biru. Kegiatan ini merupakan langkah tindak lanjut Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) dalam menyusun Peta Jalan (Roadmap) Ekonomi Biru Sulawesi Tengah 2025–2045.Senin (17/11/25)
Rapat ini menyatukan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di Banggai, menegaskan komitmen daerah dalam menyelaraskan program pembangunan jangka panjang dengan visi pertumbuhan yang berkelanjutan.
tujuan utama dari pertemuan ini adalah Menyediakan Data Primer yang spesifik dari wilayah Banggai, mencakup potensi kelautan, perikanan, budidaya, hingga nilai tambah hasil tangkapan. Data ini krusial sebagai masukan akurat dalam penyusunan Roadmap Provinsi.
”Kantor Bappeda Banggai menjadi pusat koordinasi perencanaan strategis di tingkat daerah. memastikan semua OPD bergerak selaras dalam mengimplementasikan kerangka kerja Ekonomi Biru yang menyeimbangkan antara keuntungan ekonomi dan kelestarian lingkungan,”
Rapat juga menekankan pentingnya Sinergi Program Daerah agar Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Banggai 2025–2045 sejalan dengan target ambisius Ekonomi Biru Provinsi, terutama di sektor unggulan maritim.
Kolaborasi Lintas Sektor Buktikan Implementasi Nyata
Kolaborasi lintas OPD di Banggai telah menghasilkan sejumlah aksi nyata yang mendukung pilar-pilar Ekonomi Biru:
Pilar Ekonomi Biru OPD Utama yang Terlibat Peran Kunci dan Aksi Nyata
Kelautan & Perikanan Dinas Perikanan Mengadakan pelatihan Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB) untuk nelayan dan merencanakan pembangunan fasilitas Cold Storage serta Kampung Nelayan.
Pembangunan Infrastruktur Dinas PUPR Menyusun Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah (Rispal) untuk menjaga kualitas lingkungan pesisir dan perkotaan.
Perencanaan Strategis Bappeda Kab. Banggai.
Selain OPD inti, perwakilan dari Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan sektor terkait lainnya turut berpartisipasi untuk mengintegrasikan aspek pariwisata bahari dan energi terbarukan.
Langkah Nyata: Infrastruktur dan Kemitraan Strategis
Beberapa hasil nyata yang menjadi perhatian dan rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah:
Infrastruktur Prioritas: Rencana pembangunan fasilitas Cold Storage berkapasitas 100-200 ton untuk menjaga mutu, menstabilkan harga, dan meningkatkan daya saing hasil perikanan Banggai.
Bantuan Kapal: Adanya rencana penyaluran bantuan kapal besar yang modern untuk kelompok nelayan lokal guna meningkatkan efisiensi dan jangkauan tangkapan.
Penguatan Kemitraan: Kerja sama erat antara Dinas Perikanan Banggai dengan pihak swasta (Offtaker) dan NGO, termasuk PT Pancara Amara Utama (PAU), untuk pelatihan nelayan, peningkatan kualitas, dan penjaminan pasar hasil perikanan (Blue Food).
Kegiatan identifikasi dan pemetaan di Banggai ini diharapkan menjadi model bagi kabupaten/kota lain di Sulteng, mempercepat terwujudnya visi Sulawesi Tengah sebagai salah satu pusat Ekonomi Biru terdepan di Indonesia. (Wendy Wardana)

















