banner 728x250

Upacara Api Unggun Meriah, Tutup Jambore Cabang Pramuka Banggai Laut

banner 120x600
banner 468x60

Banggai Laut, CARDINAL-News – Sabtu, (15/11)2025). Upacara api unggun menjadi puncak rangkaian kegiatan penutupan Jambore Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Banggai Laut yang digelar malam ini, pukul 20.00 WITA hingga selesai. Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut disaksikan langsung oleh ratusan pengunjung dari berbagai penjuru daerah.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Banggai Laut, Patwan Kuba, SH., MH, hadir sekaligus bertindak sebagai pembina upacara api unggun. Tradisi api unggun ini menjadi agenda wajib dalam setiap kegiatan jambore sebagai bentuk penguatan nilai–nilai kepramukaan.

Dalam amanatnya, Ketua Kwarcab Patwan Kuba menyampaikan bahwa tema Jambore Cabang tahun ini, ā€œPramuka Tangguh dan Berbudayaā€, sejalan dengan makna api unggun yang dinyalakan pada malam penutupan tersebut.

Baca Juga:  Patroli Malam Diperketat, Polisi Torue Sisir Jalur Trans Sulawesi Antisipasi Gangguan Kamtibmas
0-4024×1784-0-0-{}-0-24#

ā€œApi unggun bukan sekadar penerang malam, tetapi simbol ketangguhan, keberanian, persaudaraan, dan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi,ā€ ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kayu-kayu yang tersusun rapi dan saling menopang sehingga menghasilkan nyala api besar, mengajarkan bahwa kekuatan dibangun melalui kebersamaan. ā€œSeorang pramuka akan menjadi tangguh bila disiplin, bekerja sama, dan siap menghadapi tantangan,ā€ tambahnya.

Patwan Kuba juga mengingatkan para peserta bahwa pramuka harus menjadi penerang bagi lingkungan sekitar. ā€œCahaya api unggun adalah simbol harapan. Pramuka harus menjadi teladan dan bermanfaat bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat Banggai Laut,ā€ katanya.

Baca Juga:  Inspektur Inspektorat Balut, Apresiasi Silaturahmi Awak Media."Pentingnya Sinergitas"!
0-4024×1784-0-0-{}-0-24#

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa tema tangguh dan berbudaya mengandung makna penting bagi generasi muda. Tangguh berarti kuat, tidak mudah menyerah, dan berani menghadapi persoalan. Sementara berbudaya berarti menghargai kearifan lokal, menjunjung sopan santun, menjaga identitas daerah, serta melestarikan nilai-nilai luhur, termasuk kekayaan alam dan laut Banggai Laut.

Melalui berbagai kegiatan jambore perlombaan, mulai dari kegiatan lapangan, hingga pentas seni, para peserta dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, kreatif, serta berkarakter. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang belajar untuk menumbuhkan ketangguhan sekaligus menanamkan nilai budaya positif kepada adik-adik pramuka.

Upacara api unggun kemudian ditutup dengan penyalaan obor simbolis dan persembahan pentas seni dari peserta, menandai berakhirnya Jambore Cabang Pramuka Banggai Laut tahun ini. (FTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *