SASAMPE, RITUAL ADAT WARISAN LELUHUR KAUMBOMBOL DI BANGGAI LALONGO TERLAKSANA HARI INI

BANGGAI LAUT, CARDINALNews.co.id – (29/08/2026). Ritual adat Sasampe, salah satu tradisi peninggalan leluhur masyarakat Banggai, kembali dilaksanakan di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/8/2026).

Ritual yang menjadi bagian dari kearifan budaya lokal di wilayah bekas Kerajaan Banggai tersebut digelar setiap tahun pada bulan Agustus. Pelaksanaan tahun ini dipusatkan di Kamali Kaumbombol, Banggai Lalongo, Kelurahan Dodung, Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA itu dilaksanakan oleh Komunitas Pecinta Pelestarian Aset dan Wisata Budaya Leluhur (Komunitas Lipu Pau Babasal), bersama keluarga adat yang terlibat dalam prosesi Sasampe.

Sasampe dimaknai sebagai bentuk ungkapan syukur melalui prosesi pengantaran dan penyerahan hasil tanaman ubi-ubian khas Banggai. Hasil tanaman tersebut dibawa oleh keluarga adat Tonuson, Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, untuk diserahkan kepada keluarga adat Kaumbombol di Banggai Lalongo, Kelurahan Dodung, Kabupaten Banggai Laut.

Prosesi ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga hubungan kekerabatan antarkeluarga adat serta mempertahankan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Pelaksanaan ritual adat Sasampe berlangsung dengan baik dan lancar. Kehadiran keluarga adat Tonuson dari Pulau Peling, Banggai Kepulauan, menjadi bagian penting dalam keberlangsungan tradisi tersebut.

Dalam kegiatan itu, mewakili Bupati Banggai Laut, Jeni Manyunya, S.Pd., M.M., (Staf Ahli Bupati) hadir bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Banggai Laut, Laode Kainudin, S.E., serta Kepala Bidang Pengembangan Seni dan Budaya, Muhamad Syarif Asgar A. Uda’a, S.H.

Rombongan dari keluarga adat Tonuson Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, turut didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai Kepulauan, Mohamad Wahyudi, S.T., M.P., bersama Camat Totikum Selatan dan Kepala Desa Tonuson, Jasdin Abija.

Keluarga adat Tonuson yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah kurang lebih 30 orang. Mereka akan kembali ke daerah asal setelah seluruh rangkaian prosesi adat Sasampe selesai dilaksanakan.

Keberlangsungan ritual Sasampe menjadi bagian dari upaya masyarakat adat dan komunitas budaya untuk menjaga eksistensi warisan leluhur Orang Banggai. Tradisi ini sekaligus memperlihatkan bahwa nilai budaya tidak hanya tersimpan dalam sejarah, tetapi tetap hidup melalui praktik adat yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bagi masyarakat Banggai, Sasampe menjadi salah satu penanda penting hubungan antara manusia, hasil bumi, keluarga adat, leluhur, dan nilai kebersamaan yang telah tumbuh sejak masa lalu dan terus dipelihara hingga kini.

Ketua Komunitas Lipu Pau Babasal, Fadly Lapene, S.H., menyampaikan bahwa pelaksanaan ritual tersebut merupakan bagian dari komitmen komunitas dalam menjaga, merawat, dan memperkenalkan aset serta wisata budaya leluhur kepada masyarakat luas.

(FTT)

Exit mobile version