Banggai Laut, CARDINALNews.co.id – (15/05/2026). Aktivitas pengambilan bambu laut yang diduga dilakukan oleh seorang pengusaha asal Makassar, DS, memicu keresahan mendalam bagi masyarakat nelayan di wilayah Banggai Laut. Praktik yang telah berlangsung selama hampir dua tahun di sekitar Pulau Togong Sagu ini dinilai merusak ekosistem dan mematikan mata pencaharian warga lokal.
Ekosistem Rusak, Nelayan Terhimpit
Sejumlah nelayan Desa Togong Sagu yang ditemui awak media mengungkapkan bahwa pengambilan bambu laut dilakukan secara masif tanpa adanya tindakan tegas dari instansi terkait. Mereka mengeluhkan rusaknya terumbu karang yang menjadi habitat alami ikan akibat metode pengambilan yang tidak ramah lingkungan.
“Kami nelayan kecil sangat dirugikan. Lokasi memancing kami rusak karena batu karang tempat tumbuhnya bambu laut ikut dihancurkan. Akibatnya, hasil tangkapan menurun drastis,” ujar salah satu nelayan setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Desakan Pemeriksaan Oknum dan Peran Kapolda Sulteng
Kekecewaan warga semakin memuncak karena aktivitas ini diduga dibekingi oleh oknum aparat. Pasalnya, meski telah berlangsung lama, belum ada langkah konkret dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) maupun pemerintah desa setempat untuk menghentikan operasional tersebut.
Masyarakat kini menaruh harapan besar kepada Kapolda Sulawesi Tengah untuk mengambil tindakan tegas. Mereka meminta Kapolda tidak hanya menertibkan pelaku usaha, tetapi juga membersihkan institusi jika benar terdapat oknum yang terlibat dalam praktik ilegal ini.
“Kami memohon kepada Bapak Kapolda Sulteng untuk menurunkan tim investigasi ke Banggai Laut. Kami butuh kepastian hukum dan perlindungan terhadap ruang hidup kami sebagai nelayan,” tambah warga tersebut.
Dampak Lingkungan Jangka Panjang
Secara ekologis, pengambilan bambu laut (Isididae) secara tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan permanen pada struktur dasar laut. Bambu laut merupakan biota yang dilindungi terbatas dan memiliki peran vital dalam keseimbangan ekosistem terumbu karang.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Togong Sagu dan pihak pengusaha terkait untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai perizinan aktivitas tersebut.
Warga berharap adanya patroli gabungan antara kepolisian, TNI AL, dan dinas terkait guna memastikan perairan Banggai Laut bersih dari praktik eksploitasi ilegal yang merusak masa depan pesisir. (Wendy Wardana)

















