banner 728x250

Berdarah di Empang Malakosa, Duel Parang-Badik Tewaskan Petani 59 Tahun

CARDINALNews.co.id
banner 120x600
banner 468x60

Parigi Moutong, CARDINALNews.co.id – (17/04/2026). Peristiwa berdarah kembali mengguncang wilayah Kecamatan Balinggi. Seorang petani bernama Nangka (59) tewas di tempat setelah terlibat perkelahian sengit menggunakan senjata tajam di area empang, Dusun IX Taman Sopo, Desa Malakosa, Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.

Insiden tragis ini bermula saat pelaku, AE (43), mendatangi lokasi empang sekitar pukul 16.00 WITA dengan maksud memperbaiki pintu air. Namun, situasi berubah tegang ketika korban datang dan mempertanyakan aktivitas tersebut. Adu mulut pun tak terhindarkan hingga berujung pada perkelahian berdarah.

Baca Juga:  SPPG YAYASAN PELITA PERABU BERJAYA INDONESIA Tinakin Laut, Berbagi Takjil di desa Lampa

Dalam duel tersebut, pelaku menggunakan senjata tajam jenis parang dan badik. Berdasarkan keterangan awal, korban mengalami tiga luka tusuk di bagian perut yang menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Mendapat laporan warga, Kapolsek Sausu IPTU Yakobus Mangopo, SH bersama personel langsung bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal serta mengamankan situasi.

“Begitu menerima informasi, kami langsung menuju TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan pelaku. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Sausu untuk proses hukum lebih lanjut,” tegas IPTU Yakobus Mangopo.

Baca Juga:  Momen Ramadan: "Kapolres Bangkep, Pimpin Aksi Sosial Bagi Takjil" dijalan Bhayangkara

Ia menambahkan, korban telah dievakuasi ke Puskesmas Balinggi guna keperluan visum, sementara penyidik masih mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian tersebut.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar mengedepankan penyelesaian masalah secara bijak dan tidak mudah terpancing emosi yang berujung pada tindakan kekerasan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur musyawarah atau hukum yang berlaku. Jangan sampai emosi sesaat berujung pada hilangnya nyawa dan penyesalan seumur hidup,” pungkasnya.

Baca Juga:  Kepala BAPPERIDA Kab.Banggai Laut, AR.PANDEI. Mengucapkan: Dukung & Sukseskan Festival dan Kegiatan Adat Malabot Tumbe 2025. Festival Tumbe merupakan bagian Karisma Event Nusantara (KEN) 2025. Acara ini dilaksanakan jelang puncak Ritual Adat Sakral di 3 (tiga) Kabupaten Banggai: Banggai, Banggai Kepulauan, & Banggai Laut. Peringatan kegiatan adat yang dilaksanakan setiap tanggal 1 s/d 4 Desember.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa konflik kecil sekalipun dapat berujung fatal apabila tidak dikendalikan dengan baik. Polisi memastikan proses hukum akan berjalan tegas sesuai ketentuan yang berlaku. (FTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *