banner 728x250

Miris! Diduga Bermasalah, Pengadaan Perahu Fiber & Mesin Katinting Desa Kanari Tuai Sorotan

CARDINALNews.co.id
banner 120x600
banner 468x60

BANGGAI LAUT, CARDINALNews.co.id – (31/01/2026). Sejumlah warga Desa Kanari, Kecamatan Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut, menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2024 yang diduga tidak transparan. Sorotan tersebut mengarah pada paket pengadaan tujuh unit perahu fiber lengkap dengan mesin katinting dengan total anggaran sebesar Rp122.500.000.

Kepala Desa Kanari, Lasudman Membayungan, disebut-sebut menjadi pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber di desa setempat, masih terdapat pembayaran yang belum diselesaikan kepada pihak penyedia.

Baca Juga:  Pelayanan Kesehatan di Desa Monsongan Disorot, Warga Keluhkan Minimnya Layanan

Salah satu pengusaha galangan perahu fiber, Yanto Sinorit, dikabarkan masih memiliki sisa pembayaran sebesar Rp26.000.000 yang belum dilunasi. Selain itu, pembayaran mesin katinting kepada Heri juga disebut belum sepenuhnya dibayarkan, dengan nilai tunggakan sebesar Rp7.000.000.

Menurut keterangan sumber yang enggan disebutkan namanya, mesin katinting yang belum dibayarkan tersebut berpotensi ditarik kembali oleh pemiliknya apabila pelunasan tidak segera dilakukan. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya para penerima bantuan perahu yang khawatir terhadap keberlanjutan pemanfaatan bantuan tersebut.

Baca Juga:  Polres Banggai Kepulauan Siagakan Personel, Amankan Ibadah Jumat Agung di Gereja GPIBK Toksion

Sejumlah warga mengaku kecewa atas situasi yang terjadi. Mereka menilai pengelolaan anggaran desa seharusnya dilakukan secara terbuka dan akuntabel, terlebih menyangkut program bantuan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Peristiwa ini disebut-sebut menjadi bagian dari rangkaian persoalan pengelolaan anggaran desa di Desa Kanari yang kini menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap pihak berwenang dan lembaga pengawas di daerah dapat melakukan pemeriksaan khusus guna memastikan transparansi serta akuntabilitas penggunaan APBDes di desa tersebut.

Upaya komunikasi guna meminta keterangan langsung oleh pihak media melalui chat WhatsApp kepada kepala desa Lasudman Membayungan namun tidak mendapat respons sama sekali.

Baca Juga:  Pemkab Banggai Laut, Raih Opini Kualitas Tertinggi dari Ombudsman RI

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Kanari belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. (FTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *