banner 728x250

DS 88 Tangkap 8 Terduga Teroris di Parimo & Poso, Salah Satunya pedagang

CARDINALNews.co.id
banner 120x600
banner 468x60

Parimo Poso, CARDINALNews.co.id – (6/5/2026). Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Brimob berhasil menangkap delapan terduga anggota kelompok teror yang memiliki afiliasi dengan ISIS di wilayah Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Penangkapan dilakukan secara serentak pada dini hari, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 01.30 WITA. Empat orang ditangkap di Kabupaten Parigi Moutong dan empat lainnya di Kabupaten Poso. Seluruh terduga diamankan tanpa perlawanan dan bersikap kooperatif selama proses penangkapan.

Penangkapan dilakukan di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong. Setelah diamankan, tim Densus 88 langsung melakukan penggeledahan di rumah terduga. Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa enam bilah parang, satu unit sepeda motor bodong, telepon genggam, dan kartu ATM.

Baca Juga:  Rakor Lintas Sektoral, Polda Sulteng Siapkan Operasi Ketupat Tinombala 2026, 3.739 Personel dan 92 Pos Pengamanan Disiagakan

Kepala Dusun I Desa Tomoli Utara, Jufri Haruji, mengaku kaget dengan penangkapan tersebut. Menurutnya, terduga yang ditangkap di desanya dikenal sebagai pedagang buah yang aktif sehari-hari.

“Kalau saudara ini setiap hari jual beli buah. Dari kopra, mangga, rica, pete, jengkol. Pokoknya berupa buah dia beli semua. Di lingkungan ini dia bermasyarakat seperti pada umumnya,” ujar Jufri.

Baca Juga:  Nelayan Hanyut 50 Hari di Laut, Ditemukan Selamat di Perairan Bokan

Jufri menambahkan bahwa terduga sudah lama berdomisili di desa tersebut dan tidak pernah menunjukkan perilaku mencurigakan.

Saat ini, seluruh terduga teroris telah dibawa oleh tim Densus 88 untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Aparat keamanan juga masih melakukan pengembangan guna menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.

Penangkapan ini kembali mengindikasikan masih adanya aktivitas jaringan terorisme yang bergerak secara tersembunyi di wilayah Sulawesi Tengah. (FTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *