banner 728x250
CARDINALNews.co.id
banner 120x600
banner 468x60

BANGGAI LAUT, CARDINALNews.co.id – (18/08/2026). Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa, S.H., M.Si., bergerak cepat menanggapi persoalan air bersih yang terjadi di lingkungan UPT RSUD Banggai. Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar satu pekan dan dinilai cukup krusial karena berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan kepada pasien.

Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat pemerintah daerah, Bupati Sofyan Kaepa turun langsung ke lapangan pada Selasa (18/8/2026) untuk melihat kondisi yang terjadi sekaligus mencari solusi terhadap permasalahan tersebut.

Dalam kunjungannya, Bupati didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Ia juga melakukan diskusi bersama pihak UPT RSUD Banggai yang diwakili Direktur RSUD, dr. Christian Macpal, serta Kepala Desa Adean, Sumitro Sadam.

Baca Juga:  Ketua FKUB Sulteng: Ini Buah Kerja Keras Semua Pihak "Sulteng Raih Indeks Kerukunan Tinggi Nasional"

Pertemuan tersebut membahas langkah percepatan yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi krisis air bersih sekaligus memastikan kebutuhan air bagi operasional rumah sakit tetap terpenuhi.

Bupati Sofyan Kaepa meminta instansi terkait segera mengambil langkah alternatif dan melakukan penanganan sedini mungkin. Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan vital, terlebih di lingkungan rumah sakit yang berkaitan langsung dengan pelayanan pasien.

Dari hasil pembahasan, terdapat dua alternatif yang disiapkan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Alternatif pertama adalah menyuplai air bersih dari sumber air terdekat dengan mempercepat pemasangan fasilitas serta jalur distribusi menuju UPT RSUD Banggai. Upaya tersebut juga akan didukung dengan penyediaan tandon atau tempat penampungan air yang mampu memenuhi kebutuhan rumah sakit selama kondisi darurat.

Baca Juga:  Ramah Tamah HUT ke-81 RI, Bupati Sofyan Kaepa Apresiasi Paskibraka

Sementara alternatif kedua, berdasarkan keterangan Direktur UPT RSUD Banggai, adalah melakukan pengeboran sumur di halaman rumah sakit. Sumur bor tersebut direncanakan memiliki kedalaman sekitar 20 meter karena berdasarkan hasil pendeteksian awal terdapat potensi debit air di lokasi tersebut.

Air dari sumur bor nantinya akan dipompa untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit sebagai langkah antisipasi dalam kondisi darurat atau emergency.

Kedua opsi cepat tersebut akan laksanakan segera, diharapkan dapat segera mengatasi persoalan air bersih di UPT RSUD Banggai sehingga pelayanan kepada masyarakat dan pasien tetap berjalan secara optimal.

Bupati Sofyan Kaepa menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan persoalan tersebut mendapat penanganan secepat mungkin, mengingat rumah sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan publik yang harus tetap beroperasi dengan dukungan sarana dasar yang memadai.

Baca Juga:  Dihadiri Pengurus PMI Provinsi, Bupati Sofyan Kaepa Resmi Buka Pelatihan & Bimtek PMR Tahun 2026

(FTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *