BANGGAI LAUT, CARDINALNews.co.id – (06/07/2026). Keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Pelabuhan Perikanan Indonesia (PPI) Mato dinilai perlu menjadi salah satu prioritas dalam mendukung aktivitas sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Banggai Laut. Fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) yang lebih mudah, cepat, dan tidak membebani pelayanan di SPBU umum.
Sebagai daerah kepulauan, Kabupaten Banggai Laut memiliki potensi kelautan dan perikanan yang menjadi salah satu sektor unggulan perekonomian masyarakat. Kondisi geografis yang didominasi wilayah laut menjadikan kebutuhan akan sarana pendukung bagi nelayan sebagai hal yang sangat penting.
Upaya pemerintah dalam mendorong penempatan petugas kesyahbandaran perikanan di PPI Mato merupakan tindak lanjut dari penyelesaian persoalan legal opinion dokumen kapal perikanan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pelayanan administrasi sekaligus memberikan kepastian hukum bagi para nelayan dan pelaku usaha penangkapan ikan.
Sejalan dengan upaya tersebut, keberadaan SPBN di PPI Mato dinilai menjadi fasilitas strategis yang perlu segera diwujudkan. Dengan tersedianya SPBN, nelayan tradisional maupun pelaku usaha perikanan tangkap dapat memperoleh BBM lebih mudah, lebih dekat dengan lokasi aktivitas perikanan, serta mengurangi biaya operasional yang selama ini dikeluarkan untuk mendapatkan bahan bakar.
Selain meningkatkan efisiensi, keberadaan SPBN juga diharapkan dapat mengurangi antrean nelayan di SPBU umum sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. Dukungan infrastruktur yang memadai diyakini akan memperkuat produktivitas sektor perikanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Banggai Laut.
(FTT)

















