BANGGAI LAUT, CARDINALNews.co.id – (14/06/2026). Pernyataan Ketua Komite Teknik (Komtek) INKANAS Banggai Laut, Teguh Ganeswara, saat memberikan konfirmasi kepada media terkait polemik pembentukan kepengurusan FORKI Banggai Laut menjadi sorotan sejumlah pihak.
Dalam keterangannya kepada media, Teguh disebut menyampaikan pernyataan dengan nada emosional dan terkesan meremehkan fungsi kontrol pers.
Ia juga menyatakan bahwa perombakan struktur organisasi FORKI Banggai Laut dilakukan atas perintah Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa, setelah dirinya bertemu dengan beberapa unsur Majelis Sabuk Hitam.
Pernyataan tersebut memunculkan beragam tanggapan dari kalangan pemerhati organisasi olahraga dan insan karate di daerah.
Pasalnya, FORKI sebagai organisasi olahraga memiliki mekanisme dan aturan internal yang mengatur proses pembentukan maupun restrukturisasi kepengurusan.
Sejumlah pihak menilai bahwa apabila benar terdapat pernyataan yang mengatasnamakan kepala daerah sebagai dasar perubahan struktur organisasi, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan persepsi bahwa proses organisasi tidak berjalan secara independen sesuai ketentuan yang berlaku.
Mereka menegaskan bahwa setiap kebijakan organisasi semestinya dilandasi hasil musyawarah, koordinasi, serta keputusan yang sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi, bukan berdasarkan klaim sepihak yang dapat menimbulkan polemik di tengah masyarakat maupun insan karate.
Selain itu, sikap yang terkesan mengatasnamakan kepala daerah dalam urusan internal organisasi juga dinilai perlu mendapatkan klarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik terhadap posisi dan kewenangan pemerintah daerah dalam tata kelola organisasi olahraga.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari Bupati Banggai Laut terkait pernyataan yang disebut-sebut disampaikan oleh Ketua Komtek INKANAS Banggai Laut tersebut.
(TIM REDAKSI)

















