PALU, CARDINALNews.co.id – (10/06/2026). Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) terus mengoptimalkan pelaksanaan Patroli Presisi sebagai strategi utama dalam mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta mewujudkan rasa aman di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Samapta (Dirsamapta) Polda Sulteng, Kombes Pol Mikael P. Sitanggang, S.I.K., M.H., saat menjadi narasumber dalam Podcast Presisi Polda Sulawesi Tengah bertema “Patroli Presisi, Mencegah Kejahatan, Mewujudkan Rasa Aman” yang berlangsung di Studio Podcast Presisi Polda Sulteng, Rabu 10/06/2026.
Dalam dialog tersebut, Dirsamapta menjelaskan bahwa filosofi Patroli Presisi tidak hanya berfokus pada penanganan kejahatan setelah terjadi, tetapi lebih mengedepankan langkah-langkah pencegahan melalui kehadiran aktif personel Polri di tengah masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Polisi yang rutin melakukan patroli merupakan bentuk pelayanan nyata untuk memberikan perlindungan, pengayoman, serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
“Keberhasilan patroli bukan hanya diukur dari jumlah tindak kejahatan yang berhasil dicegah, tetapi juga dari meningkatnya rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” ujarnya.
Sebagai implementasi dari konsep tersebut, lanjut Dirsamapta, pihaknya terus mengembangkan berbagai program patroli inovatif, di antaranya Patroli Nagaya dan Patroli Kabilasa yang menjadi ciri khas pelayanan Samapta di Sulawesi Tengah.
Patroli Nagaya yang diisi oleh personel dari Polisi Wanita (Polwan) hadir sebagai bentuk patroli dialogis yang mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.
Melalui program ini, personel Samapta tidak hanya melakukan pemantauan situasi kamtibmas, tetapi juga membangun komunikasi langsung dengan warga, mendengarkan aspirasi, menerima informasi terkait potensi gangguan keamanan, serta memberikan edukasi kamtibmas.
Sementara itu, Patroli Kabilasa yang diisi oleh personel dari Polisi Laki-Laki (Polki) difokuskan pada upaya preventif dan respons cepat di lokasi-lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Program ini dilaksanakan secara terukur berdasarkan hasil analisis kerawanan, laporan masyarakat, serta evaluasi situasi keamanan yang berkembang di lapangan.
Dirsamapta juga menuturkan terus mencermati berbagai potensi gangguan kamtibmas yang berkembang di wilayah Sulawesi Tengah, mulai dari kriminalitas jalanan, aksi premanisme, balap liar, hingga berbagai bentuk gangguan ketertiban yang dapat menghambat aktivitas masyarakat.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, patroli rutin dilaksanakan pada waktu dan lokasi yang dianggap rawan berdasarkan pemetaan situasi keamanan. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan efek pencegahan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat.
Menghadapi perkembangan era digital, masih kata Dirsamapta, pihaknya juga melakukan berbagai inovasi guna meningkatkan efektivitas patroli.
“Pemanfaatan teknologi informasi, analisis data kerawanan, serta optimalisasi komunikasi melalui media sosial menjadi bagian dari strategi adaptasi terhadap pola kejahatan yang semakin dinamis,” tuturnya.
Dirsamapta menilai pendekatan preventif melalui patroli memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
“Dengan mencegah terjadinya tindak kejahatan sejak dini, dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat dapat diminimalisir sehingga situasi kamtibmas tetap kondusif,” terangnya.
Menurutnya, keberhasilan Patroli Presisi juga sangat ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak ragu memberikan informasi, melaporkan potensi gangguan keamanan, serta ikut menjaga lingkungan masing-masing.
“Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Di Kota Palu maupun wilayah lainnya di Sulawesi Tengah, patroli terus difokuskan pada kawasan yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi berdasarkan hasil pemetaan dan evaluasi situasi kamtibmas.
Namun demikian, kehadiran polisi melalui Patroli Presisi, Patroli Nagaya, dan Patroli Kabilasa tetap menjangkau seluruh lapisan masyarakat sebagai bentuk pelayanan yang merata.
Dirsamapta juga mengakui bahwa tantangan pelaksanaan patroli cukup beragam, mulai dari kondisi geografis Sulawesi Tengah yang luas hingga dinamika sosial masyarakat yang terus berkembang.
Meski demikian, seluruh personel Samapta berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sebagai bagian dari transformasi Polri yang Presisi, Direktorat Samapta Polda Sulteng terus memperkuat profesionalisme personel, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kehadiran polisi di lapangan diharapkan tidak hanya dipandang sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang siap membantu kapan pun dibutuhkan.
Menutup dialog tersebut, Dirsamapta mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Dengan kerja sama yang baik antara Polri dan masyarakat, situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif dapat terus terjaga demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah,” pungkasnya.
(FTT/CARDINALNews.co.id)
