banner 728x250

Ambulans Puskesmas Lipulalongo Dilempari Batu Saat Rujuk Pasien, Polsek Lobangkurung Diminta Segera Amankan Pelaku

CARDINALNews.co.id
banner 120x600
banner 468x60

BANGGAI LAUT, CARDINALNews.co.id – (24/05/2026). Insiden pelemparan batu terhadap mobil ambulans milik Puskesmas Lipulalongo terjadi pada Minggu dini hari, 24 Mei 2026, sekitar pukul 01.00 hingga 03.00 WITA. Peristiwa tersebut terjadi saat petugas kesehatan tengah merujuk pasien menuju RSUD Banggai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ambulans sedang dalam perjalanan membawa dua pasien rujukan dari Puskesmas Lipulalongo menuju Pelabuhan Desa Lalong untuk selanjutnya diberangkatkan ke RSUD Banggai.

Namun saat kendaraan tiba di wilayah Desa Lalong, tiba-tiba mobil ambulans dilempari batu oleh orang tak dikenal. Akibat kejadian itu, kaca belakang ambulans pecah dan hancur.

Baca Juga:  Kasus Penganiayaan Menyebabkan Korban Meninggal Dunia

Meski mengalami insiden tersebut, petugas kesehatan tetap melanjutkan perjalanan demi keselamatan pasien yang berada di dalam ambulans hingga tiba di pelabuhan untuk proses rujukan lanjutan ke rumah sakit.

Adapun dua pasien yang dirujuk diketahui masing-masing seorang perempuan asal Mansalean berusia 57 tahun dengan diagnosa anemia dan suspect TB paru. Pasien tersebut berada di dalam ambulans saat kaca kendaraan dilempari batu.

Sementara pasien kedua merupakan warga Desa Lalong berusia 48 tahun dengan diagnosa anemia disertai penurunan kesadaran.

Kedua pasien sebelumnya sempat menjalani perawatan inap di Puskesmas Lipulalongo sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Banggai.

Baca Juga:  Rapat Koordinasi Evaluasi Asta Cita Digelar di Morowali, Bupati Balut Tegaskan Dukungan Program MBG

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa salah satu pasien rujukan tersebut akhirnya meninggal dunia setelah mendapat penanganan di RSUD Banggai.

Atas kejadian pelemparan ambulans tersebut, masyarakat meminta pihak kepolisian, khususnya Polsek Lobangkurung, segera melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku karena tindakan tersebut dinilai membahayakan keselamatan tenaga medis maupun pasien yang sedang dalam kondisi darurat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas maupun motif pelaku pelemparan. (FTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *