banner 728x250

Kades Bontosi, Yudi: Tegaskan Kritik & Saran Bagian dari Demokrasi

CARDINALNews.co.id
banner 120x600
banner 468x60

Bontosi (Banggai Laut), CARDINALNews.co.id — (22/05/2026). Kepala Desa Bontosi, Kecamatan Labobo, Kabupaten Banggai Laut, Yudi, menegaskan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan dalam pemerintahan desa semata-mata bertujuan untuk kepentingan pelayanan publik serta kelancaran roda pemerintahan di desa yang dipimpinnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Yudi dalam menanggapi rumor dan isu miring terkait kebijakan pemberhentian aparatur desa yang dinilai tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Menurut Yudi, aparatur desa yang sering absen dan tidak melaksanakan tugas dapat diberhentikan dengan alasan tidak lagi memenuhi syarat sebagai perangkat desa dan/atau melanggar larangan sebagai perangkat desa sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan, sebelum mengambil keputusan pemberhentian aparatur desa, pemerintah desa terlebih dahulu melakukan konsultasi dengan pihak Kecamatan Labobo hingga memperoleh rekomendasi dan persetujuan dari camat.

Baca Juga:  Evaluasi Empat Hari Gakum, Kesadaran Pajak Kendaraan di Banggai Laut Meningkat

“Dalam setiap pengambilan kebijakan tentu tidak semua pihak merasa puas. Ada kritik, saran bahkan penilaian miring, namun itu merupakan bagian dari dinamika demokrasi,” ujar Yudi kepada wartawan CARDINALNews.
Yudi menilai kritik dan saran harus menjadi pendamping bagi setiap pemimpin dalam mengambil keputusan. Menurutnya, seorang pemimpin harus berbesar hati menerima berbagai masukan dari masyarakat.

“Kritik dan saran harus menjadi teman dalam setiap pengambilan keputusan seorang pemimpin. Kadang memang ada resistensi, bahkan kritik yang cukup keras, tetapi itulah dinamika demokrasi yang harus dihargai,” katanya.

Baca Juga:  Sat Polairud Parimo Perketat Patroli Laut, Keselamatan Nelayan & Penindakan Illegal Fishing Jadi Prioritas

Ia juga menegaskan bahwa seluruh kebijakan Pemerintah Desa Bontosi tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat dan peningkatan pelayanan publik di desa.

“Sebagai simbol pemerintahan di desa, kami harus siap menerima kritik dan saran. Itu adalah pendamping setiap pemimpin dalam melangkah dan menjalankan kebijakan,” tambahnya.
Dengan sikap terbuka terhadap kritik dan masukan, Pemerintah Desa Bontosi berharap pelaksanaan pemerintahan desa dapat terus berjalan baik, transparan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (FTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *