banner 728x250

Pihak SPPG Lompio 1 Batara Alhijaz Lakukan Klarifikasi Resmi Terkait Dugaan MBG Bermasalah di Desa Lambako

banner 120x600
banner 468x60

BANGGAI LAUT, CARDINALNews.co.id – (9/5/2026). Pihak SPPG Lompio 1 Batara Alhijaz akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan sebelumnya yang dimuat pada hari ini, Sabtu (9/5/2026), berjudul “Diduga Lagi-Lagi MBG Bermasalah, Warga Desa Lambako Alami Diare & Muntah.”

Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Manager SPPG Lompio 1 Batara Alhijaz, Indrawati Buluan, kepada media CARDINALNews melalui sambungan telepon WhatsApp pada Sabtu sore sekitar pukul 15.45 WITA.

Mewakili penanggung jawab mitra SPPG serta seluruh pengurus dan petugas SPPG, Indrawati mengawali keterangannya dengan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, khususnya warga Desa Lambako, Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut, atas kejadian yang dialami sejumlah warga usai menerima menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga:  Inspektur Inspektorat Balut, Apresiasi Silaturahmi Awak Media."Pentingnya Sinergitas"!

“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kejadian yang dialami warga Desa Lambako. Peristiwa ini sama sekali bukan unsur kesengajaan dari pihak kami, baik dalam prosedur maupun penyajian menu,” ujar Indrawati.

Ia menjelaskan, menu yang disalurkan kepada warga pada Sabtu, 2 Mei 2026 lalu, juga diterima oleh penerima manfaat lainnya dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan serupa.

Menurutnya, klarifikasi tersebut bukan bentuk pembenaran dari pihak SPPG, melainkan bentuk tanggung jawab moral sekaligus penjelasan kepada publik atas peristiwa yang terjadi.

“Pasca kejadian tersebut, secara internal kami langsung melakukan evaluasi terhadap kinerja petugas, bahan baku, hingga proses penyajian makanan,” tambahnya.

Baca Juga:  Kurangnya Sosialisasi.! Program "BERANI CERDAS" SULTENG, Belum Dipahami Masyarakat

Indrawati juga mengungkapkan bahwa beberapa kasus yang diduga berkaitan dengan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan kemungkinan dipicu oleh faktor alergi terhadap jenis makanan tertentu yang sebelumnya tidak terdata, sehingga menimbulkan gejala seperti diare dan mual.

“Pengawasan terhadap penerimaan bahan baku dari supplier sudah kami lakukan dengan sangat teliti dan hati-hati. Namun dimungkinkan produk hewani dari supplier memang memiliki kerentanan membawa bakteri apabila kualitasnya tidak benar-benar terjaga. Ini juga menjadi perhatian serius kami dalam evaluasi,” jelasnya.

Pihak SPPG Lompio 1 Batara Alhijaz menegaskan akan terus melakukan pembenahan serta pengawasan lebih ketat guna memastikan Program MBG berjalan sesuai standar keamanan dan kesehatan pangan bagi seluruh penerima manfaat.

Baca Juga:  Peran Satgas MBG Dipertanyakan.? Kasus Gangguan Kesehatan PM di Desa Lambako Jadi Sorotan.!

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi warga serta evaluasi lanjutan terhadap proses distribusi dan pengolahan makanan dalam program tersebut. (FTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *