Diduga Lagi-Lagi MBG Bermasalah, Warga Desa Lambako Alami Diare & Muntah

BANGGAI LAUT, CARDINALNews.co.id – (9/5/2026). Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Lambako, Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut, kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah warga diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan yang dibagikan oleh mitra dapur SPPG.

Informasi yang dihimpun awak media di lapangan menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 2 Mei 2026. Beberapa penerima manfaat dilaporkan mengalami keluhan seperti sakit perut, diare, hingga muntah-muntah tidak lama setelah menyantap menu MBG.

Bahkan, sejumlah warga mengaku kondisi tubuh mereka melemah setelah mengonsumsi makanan yang disediakan dalam program tersebut. Keterangan itu diperoleh awak media dari beberapa sumber yang berada di lokasi kejadian.

Peristiwa ini pun menimbulkan keresahan di tengah masyarakat terkait kualitas makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat program MBG oleh pihak SPPG.

Berdasarkan fakta di lapangan, terdapat sejumlah warga yang mengalami gejala serupa usai menyantap makanan program tersebut. Awak media juga telah meminta keterangan langsung dari beberapa warga yang mengaku mengalami gangguan kesehatan.

Kondisi ini memunculkan kritik dari masyarakat yang meminta pemerintah serta instansi terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas makanan, proses distribusi, hingga standar kebersihan dapur penyedia MBG.

Warga menilai program yang seharusnya membantu masyarakat dan meningkatkan gizi penerima manfaat jangan sampai justru menimbulkan persoalan kesehatan baru.

Sementara itu, Ibu Lulu yang diketahui selaku Mitra SPPG, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan media CARDINALNews melalui sambungan telepon maupun WhatsApp terkait dugaan makanan MBG yang terkontaminasi, termasuk mengenai hasil sampel laboratorium.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak penanggung jawab maupun Mitra SPPG terkait dugaan tersebut.

Masyarakat berharap adanya transparansi dari pihak penyelenggara agar penyebab pasti kejadian tersebut dapat diketahui secara jelas. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari. (FTT)

Exit mobile version