Lalai & Salah Penggunaan, Ambulans Baru Puskesmas Dutabusara Tabrak Pohon; Warga Keluhkan Layanan Terganggu

Banggai Laut, CARDINALNews.co.id – (27/04/2026). Sebuah mobil ambulans milik Puskesmas Dutabusara, Kecamatan Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut, mengalami kecelakaan tunggal akibat dugaan kelalaian sopir. Peristiwa ini memicu keluhan masyarakat karena berdampak pada terganggunya layanan kesehatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sopir ambulans bernama Halim awalnya mau menjemput pasien di wilayah Sabua, Sub Desa Dungkean. Ia sempat kembali ke Puskesmas Dutabusara di Sasabobok untuk mengambil kendaraan ambulans, namun dalam perjalanan diduga singgah dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Saat tiba di lokasi tujuan, calon pasien yang hendak dijemput diketahui sudah tidak lagi membutuhkan layanan ambulans. Meski demikian, sopir tidak langsung kembali ke puskesmas.

Diduga dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar akibat pengaruh alkohol, sopir kemudian kembali pulang menuju Puskesmas Dutabusara pada tengah malam. Dalam perjalanan tersebut, ambulans mengalami kecelakaan tunggal mobil ambulance masuk ke semak hutan hingga menabrak pohon.

Peristiwa itu terjadi pada 31 Mei 2025 dini hari, atau sekitar satu tahun yang lalu. Akibat kejadian tersebut, kendaraan ambulans mengalami kerusakan cukup parah.

Kasus ini sebelumnya telah difasilitasi penyelesaiannya oleh Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Banggai Laut. Namun hingga kini, kondisi kendaraan masih belum jelas, sehingga memicu keluhan masyarakat terkait terbatasnya layanan transportasi ambulans.

Berdasarkan informasi yang beredar, biaya perbaikan kendaraan diperkirakan mencapai Rp60 juta. Dalam kesepakatan yang tertuang dalam berita acara, biaya tersebut akan ditanggung bersama, yakni sebagian oleh sopir karena unsur kelalaian, dan sebagian oleh pihak puskesmas.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan PPKB Banggai Laut, Nurdin Musa, S.Sos., M.Si., membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa kendaraan saat ini masih berada di bengkel dan menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan.

Masyarakat berharap agar persoalan ini segera dituntaskan, mengingat keberadaan ambulans sangat vital dalam menunjang pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah kepulauan seperti Banggai Laut. (FTT)

Exit mobile version