SULAWESI TENGAH, CARDINALNews.co.id – (21/03/2026).Program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yakni Berani Cerdas tahun 2025/2026, dinilai belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan kalangan ekonomi kurang mampu.
Di sejumlah daerah, masih banyak warga yang belum mengetahui secara jelas mekanisme maupun manfaat dari program tersebut.
Minimnya akses informasi serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu faktor utama kurangnya pemahaman masyarakat terhadap program pemerintah tersebut.
Beberapa warga yang enggan disebutkan namanya mengaku belum mengetahui cara mengakses program Berani Cerdas. Mereka bahkan mengaku khawatir terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka.
“Kami ini sama sekali tidak tahu bagaimana mekanisme program itu. Padahal anak-anak kami, khususnya yang duduk di bangku SMA, kalau lulus nanti mau kerja apa?” ujar salah satu warga.
Sejumlah pihak menilai, program Berani Cerdas seharusnya disertai dengan sosialisasi yang lebih masif dan menyentuh langsung masyarakat hingga ke tingkat desa. Selain itu, masyarakat juga berharap adanya perwakilan atau layanan di setiap kabupaten/kota agar akses terhadap program tidak hanya terpusat di tingkat provinsi.
Program Berani Cerdas sendiri merupakan bantuan beasiswa berupa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bagi mahasiswa jenjang S1 hingga S3, termasuk dokter spesialis. Program ini menyasar bidang-bidang strategis seperti pertambangan, kesehatan, dan hukum.
Adapun persyaratan utama program ini antara lain calon penerima harus merupakan Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Sulawesi Tengah, dibuktikan dengan KTP setempat.
Untuk jalur prestasi, mahasiswa diwajibkan memiliki Indeks Prestasi minimal 3,0, sementara jalur afirmasi diperuntukkan bagi mahasiswa kurang mampu yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Selain itu, penerima beasiswa juga diwajibkan untuk kembali dan mengabdi di daerah Sulawesi Tengah setelah menyelesaikan pendidikan.
Mekanisme bantuan dilakukan dengan pembayaran langsung UKT ke pihak universitas, serta pencairan melalui rekening Bank Sulteng yang akan dibuatkan secara otomatis bagi penerima.
Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, masyarakat berharap pemerintah dapat meningkatkan upaya sosialisasi dan pendampingan, sehingga program Berani Cerdas benar-benar dirasakan manfaatnya secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Tengah.
(FTT)
