PT PELNI Balut Perlu Diinvestigasi, DPRD Soroti Penolakan Muatan Ikan di KM Sinabung

BANGGAI LAUT, CARDINALNews.co.id – (07/03/2026). Layanan transportasi laut oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT PELNI) di Kabupaten Banggai Laut menjadi sorotan. Hal ini menyusul keluhan para pengusaha ikan yang mengaku mengalami kerugian akibat tidak terlayani pengangkutan river container pada Kapal Motor (KM) Sinabung.

KM Sinabung yang merupakan armada PT PELNI selama ini menjadi salah satu moda transportasi penting bagi penumpang sekaligus distribusi logistik melalui program tol laut. Namun, insiden tidak dilayaninya muatan container milik pengusaha ikan di Banggai Laut menimbulkan keresahan serta dugaan adanya kelalaian dalam pelayanan.

Para pengusaha menilai tindakan tersebut tidak hanya merugikan mereka secara pribadi, tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah. Pasalnya, sektor perikanan merupakan salah satu komoditas utama Kabupaten Banggai Laut yang sangat bergantung pada akses transportasi laut untuk distribusi keluar daerah.

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Banggai Laut, Patwan Kuba, S.H.,M.H, menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap pelayanan PT PELNI, khususnya terkait operasional KM Sinabung yang menjadikan Banggai Laut sebagai salah satu pelabuhan transit.

Menurutnya, sebagai perusahaan pelayaran milik negara yang melayani masyarakat dan mendukung distribusi logistik nasional, PT PELNI seharusnya memberikan pelayanan yang maksimal bagi daerah-daerah yang menjadi jalur pelayarannya.

DPRD Banggai Laut juga menilai perlu adanya klarifikasi serta penjelasan resmi dari pihak PT PELNI terkait alasan tidak dilayaninya pengangkutan river container tersebut, agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Pihak DPRD berharap peristiwa ini menjadi perhatian serius, sehingga ke depan pelayanan transportasi laut, khususnya bagi para pelaku usaha di Banggai Laut, dapat berjalan lebih baik dan tidak merugikan masyarakat maupun daerah. (FTT)

Exit mobile version