banner 728x250

Tolitoli Kembali Diguncang Gempa M2,8, BPBD Imbau Warga Tetap Tenang

CARDINALNews.co.id
banner 120x600
banner 468x60

Kutipan: dari Media Topik Sulawesi. Oleh Redaksi pada Maret 2, 2026 | 8:03 pm

TOLITOLI (Sulawesi Tengah), CARDINALNews.co.id – (03/03/2026). Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, kembali diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 2,8 pada Senin (2/3/2026) malam. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada koordinat 1,14 Lintang Utara dan 120,74 Bujur Timur.

Episenter gempa berada di laut sekitar 29 kilometer arah utara Tolitoli dengan kedalaman 5 kilometer.
Dengan kedalaman yang tergolong dangkal, gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
Guncangan dirasakan di wilayah Tolitoli dengan skala intensitas II MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

Baca Juga:  Polda Sulteng Gelar Turnamen Catur Nasional Piala Kapolda 2026, Total Hadiah Rp60 Juta

BMKG mencatat, sejak Sabtu, 28 Februari 2026 hingga Senin, 2 Maret 2026, wilayah Tolitoli telah diguncang sebanyak 33 kali gempa. Rentetan gempa tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan pascagempa berkekuatan magnitudo 5,3 yang terjadi pada 28 Februari 2026 pukul 13.52 WIB.

Hingga 2 Maret 2026 pukul 17.10 WIB, tercatat telah terjadi 33 kali gempa susulan dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 4,4. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Baca Juga:  Jaga Stamina Selama Mudik: Subsatgas Dokkes Operasi Ketupat Tinombala 2026, Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli, Abdullah Haruna, mengimbau masyarakat agar tidak panik meskipun gempa terjadi selama beberapa hari terakhir. Ia meminta warga tetap tenang serta terus memantau informasi resmi dari BMKG.

BPBD Kabupaten Tolitoli juga telah menyiagakan personel untuk memantau dampak yang mungkin timbul. Jika ditemukan kerusakan, laporan akan segera diteruskan ke instansi terkait guna penanganan lebih lanjut. (FTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *