Banggai Laut, CARDINALNews.co.id – Jumat, (21/11/2025). Kekecewaan masyarakat Desa Kokudang, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, memuncak menjadi aksi protes terbuka pada Jumat pagi (21/11/2025). Puluhan warga dari berbagai dusun beramai-ramai mendatangi dan menyegel paksa kantor desa menggunakan balok kayu.
Aksi ini dipicu oleh dugaan pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Kepala Desa (Kades) berinisial SR, yang saat ini masih menjabat.
”Biar saya sedang dalam proses hukum, saya akan bayar atau kembalikan hasil temuan, dan saya akan bebas dari perkara,” bunyi kalimat yang diduga disampaikan oleh oknum kades SR,
Pemicu Aksi: Pernyataan Kontroversial dan Status Hukum Kades
Protes warga ini merupakan respons kolektif atas dugaan pernyataan Kades SR yang dinilai menyinggung dan merendahkan masyarakat. Meskipun demikian, sumber di lapangan menyebutkan bahwa pemicu utama aksi ini adalah status Kades SR yang tengah menjalani proses hukum terkait dugaan penyalahgunaan anggaran desa.
”Kami sudah lama menahan diri. Kades ini (SR) seharusnya fokus pada proses hukumnya, bukan malah mengeluarkan pernyataan yang memecah belah warga. Dia sudah tersandung kasus korupsi, tapi seolah tidak ada rasa bersalah,” ujar Edi salah satu koordinator aksi, di lokasi melalui komunikasi via telepon whats’app kepada media.
Aksi penyegelan dilakukan sekitar pukul 08:30 WITA. Warga memasang balok-balok kayu besar di pintu masuk utama kantor desa, melumpuhkan seluruh aktivitas pemerintahan desa pada hari itu.
Tuntutan Warga
Dalam aksi tersebut, warga menyuarakan beberapa tuntutan utama:
1. Klarifikasi dan Permintaan Maaf Terbuka dari Kepala Desa SR terkait dugaan pernyataan kontroversial yang beredar.
2. Transparansi mengenai sejauh mana proses hukum yang sedang dijalani Kades SR terkait dugaan penyalahgunaan anggaran desa.
3. Tindakan Tegas dari Pemerintah Kabupaten Banggai Laut, khususnya Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD), untuk segera mengambil sikap terkait status Kades yang dinilai sudah tidak layak memimpin.
Dampak dan Respons
Hingga berita ini diturunkan, kantor desa Kokudang masih tertutup dan disegel. Aparat kepolisian setempat terpantau berada di lokasi untuk memantau keamanan dan mencegah terjadinya tindakan anarkis.
Belum ada keterangan resmi dari Kepala Desa SR maupun perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Banggai Laut. Warga mengancam akan melanjutkan aksi protes hingga tuntutan mereka dipenuhi. Mereka berharap kasus ini dapat segera diselesaikan demi stabilitas dan jalannya pemerintahan yang bersih di Desa Kokudang. (Wendy Wardana)
